XYZ / Islam / Kriteria Suami Ideal Versi Al-Qur’an

Kriteria Suami Ideal Versi Al-Qur’an

Berbicara masalah jodoh memang topik yang tidak ada habisnya kita bahas dalam beberapa kesempatan, Jika kriteria mencari istri sudah banyak dalil yang menerangkan masalah tersebut, lain halnya dengan kriteria mencari suami. Tidak banyak dalil yang menjelaskan secara rinci mengenai syarat calon suami yang ideal bagi seorang wanita, inilah sedikit pemaparan tentang kriteria calon suami yang ideal:

Quatul Jasadiyah (Kuat Fisik)

Kekuatan fisik adalah salah satu syarat yang harus dimiliki oleh calon suami, bisa kita rasakan jika suami kita mempunyai fisik yang lemah padahal ia adalah tulang punggung keluarga, jika hanya terkena hujan saja ia sakit dan tidak bisa kembali bekerja maka, bagaimana ia mampu menjaga istri dan anak-anaknya.

Ada olahraga yang disarankan oleh Nabi untuk menjaga stamina laki-laki agar kuat menjalani aktivitas-aktivitas beratnya yaitu memanah, berenang dan memacu kuda. Tentu Nabi mempunyai alasan kuat mengapa tiga olahraga ini yang direkomendasikan kepada para lelaki, mari kita analisa satu-persatu.

Olahraga memanah merupakan olahraga yang harus mempunyai kefokusan yang tajam sehingga arah panah yang dituju bisa dicapai, selain itu, pemanah harus bersikap tenang dan tidak terburu-buru untuk melepaskan anak panahnya untuk menghindari adanya salah sasaran.

Gerakan dalam berenang melatih kekuatan tangan dan kaki dan juga melatih pernafasan ketika menyelam dalam air, selanjutnya adalah olahraga memacu kuda, olahraga ini merupakan olahraga yang mengharuskan kita berfikir cepat dan bertindak cepat karena kita bersaing dengan kecepatan berlari kuda sehingga mau tidak mau kita harus berfikir cepat untuk bisa mengendalikan kuda sesuai arah yang kita mau.

Itulah olahraga-olahraga yang Nabi anjurkan kepada para lelaki, bukan tidak ada maksud tapi, banyak manfaat dapat diperoleh dari olahraga tersebut. Seorang lelaki harus mempunyai keuatan fisik yang lebih dibanding wanita dikarenakan pekerjaan yang ia lakukan lebih banyak dan berat untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Quatul Fiqriyah (Kuat Fikiran)

Tidak hanya mempunyai kekuatan fisik sebagai kriteria wajib calon suami tapi, ia harus mempunyai kekuatan fikiran. Bisa dilihat ketika ia menghadapi masalah dan menghadapi kesulitan dalam keluarganya, disinilah bisa diketahui bagaimana cara ia menyelesaikan masalahnya tersebut dengan cara baik atau tidak.

Mengambil keputusan dalam rumah tangga serta cara terbaik keluar dari masalah keluarga seperti kesulitan dalam keuangan merupakan hal yang sulit dielakkan, disinilah peran intelektual suami menjadi pijakan, mencari solusi dan jalan keluarnya.

Sering kita sebagai orang tua ditanya oleh anak, seperti pertanyaan mengapa bulan hanya muncul pada malam hari. Kadangkala kita tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka seorang suami bertugas untuk memahami sang anak tentang jawabannya dengan jawaban yang tepat, dan orang tua tidak boleh mengatakan tidak pada anak karena, akan berdampak pada psikologinya sehingga anak beranggapan bahwa orang tua mereka tidak pintar.

Ayah mana yang mau menyerahkan putrinya kepada seorang pria yang tidak mempunyai cara berfikir seorang laki-laki sejati. Penilaian orang tua terhadap calon suami putrinya bisa dilihat ketika si calon bersikap, berbicara dan cara penampilannya. Rata-rata orang tua akan memilih calon menantu yang cerdas menyikapi masalah kehidupan, bagaimana ia membawa istrinya mengarungi rumah tangga yang membahagiakan putrinya.

Quatun Nafsiyah (Spiritual)

al-qur'an
Suami merupakan panutan bagi seorang istri dan anaknya, kegagalan dan keberhasilan membangun keluarga terletak pada peran suami dalam melindungi keharmonisan keluarganya. Calon suami seharusnya mempunyai jiwa spiritual yang tinggi, bisa dibayangkan jika seorang suami mengalami stress karena masalah, bisa-bisa keluarganya juga ikut stress. Ini musibah paling besar dalam keluarga maka dari itu, tidaklah mudah membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Jika ada masalah minta kpd yg menghadirkan masalah, bukan pergi ke tempat para normal, dukun dan semacamnya. Kesalahan seperti inilah yang menyebabkan masalah keluarga bukannya selesai malah bertambah banyak, sayangnya hal ini tidak banyak disadari oleh pemimpin keluarga.

Tugas suami jugalah menuntun anggota keluarganya di jalan keselamatan yang diridhoi oleh Allah, shalat dan berdo’alah jika ada masalah, karena Allah adalah tempat mencurahkan hati dan meminta belas kasih, bawalah keluarga pada jalan yang damai sehingga kita mampu menjadi hamba Allah yang sanggup mengemban tugas mulia dalam naungan keluarga.

Gambar Dari: www.exploreislamcambridge.com dan isnaenidk.blogspot.co.id

Afifatur Rohmah
Data Diri Nama saya Afifatur Rohmah lahir di Bangkalan, tanggal 07 November 1995. Beragama islam, saya tinggal di jln. Sunan kalijaga No. 7AA, Malang. Saat ini saya menempuh S1 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mengambil jurusan akuntansi

Silahkan Berkomentar

x

Check Also

Olahraga Parkour

Parkour, Olahraga Gerakan Bebas yang Mendunia

Anda pernah menonton film yamakashi atau B-13 District? Bagi yang sudah menontonnya ...